Wabub Jember: Mewujudkan Kota Welas Asih Dimulai dari Pendidikan Tingkat Dasar

Home / Pendidikan / Wabub Jember: Mewujudkan Kota Welas Asih Dimulai dari Pendidikan Tingkat Dasar
Wabub Jember: Mewujudkan Kota Welas Asih Dimulai dari Pendidikan Tingkat Dasar Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief. (foto:istimewa)

TIMESJEMBER, JEMBER – Jember menuju Kota Welas Asih dapat dimulai dari sekolah di tingkat paling dasar. Hal ini karena peran guru sangat penting dalam mengarahkan siswanya menjadi masyarakat welas asih. Hal tersebut seperti yang disampaikan Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief dalam Compassionate School Training bagi kalangan pendidik di Pendapa Wahyawibawagraha, beberapa waktu lalu.

“Terima kasih karena telah mengikuti pelatihan ini hingga selesai, sehingga kita bisa melangkah bersama mencapai harapan kita menjadi kabupaten yang welas asih,” kata Muqit.

Dia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam mengantarkan Jember menjadi Kota Welas Asih. Menurutnya, untuk menjadi Kota Welas Asih ini diawali dengan memberikan pemahaman tentang kreteria tentang sebuah kota bisa disebut sebagai Kota Welas Asih.

“Ketika nanti sudah paham dengan segala kreterianya, kemudian langkah apa yang akan kita lakukan, kita bahas di sini,” jelas dia.

Dia berharap program tersebut harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat di Jember. “Harus dikasih pemahaman dulu, sehingga semua elemen bisa terintegrasi,” ujarnya.

Masyarakat yang terintegrasi, lanjut dia, merupakan harapan semua pihak. “Itu sebetulnya ajaran agama dan nilai bangsa untuk saling peduli satu sama lain,” ucap Muqit.

Muqit juga menilai bahwa program Kota Welas Asih sebenarnya telah dijalankan di Jember. Di antaranya dengan memberikan pelayanan kepada lansia sebagai bentuk kepedulian, memberikan pelayanan kepada anak yatim, membuat taman kota, dan memberikan akses kepada difabel. “Ini semua sudah kita mulai,” ujarnya. “Hanya saja, bagaimana program-program ini menjadi terintegrasi, baru kita mulai sejak kemarin, dimulai dari lingkungan pemkab dan hari ini dari lingkungan pendidikan dan seterusnya selama 3 bulan ke depan,” sambungnya.

Haidar Bagir dari Compassionate Action Indonesia menyatakan, melahirkan masyarakat yang welas asih dimulai dari siswa sekolah, dari tingkat yang paling dasar.

Haidar menjelaskan, bagaimana guru mengajarkan kepada siswanya untuk berbuat baik tidak hanya karena takut dimarahi gurunya. “Tetapi buatlah anak itu menanamkan pada dirinya untuk peduli dan berbuat baik satu sama lain, sehingga menanamkan welas asih itu sejak dini,” jelasnya.

Haidar mengakui program yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Jember telah mengarah kepada program welas asih dan sudah dilakukan. “Yang paling tahu tentang kebutuhan Jember ini ya Jember ini sendiri. Fungsi kami di sini cuma untuk memfasilitasi dan mendampingi,” katanya.

Dia menerangkan program yang ada diintegrasikan hingga tidak terlepas dari perspektif untuk melahirkan warga yang penuh welas asih. “Kami hanya memastikan, dalam deru pembangunan kota, perspektif welas asih itu selalu ada di background pemikiran kita pada saat merancang dan menyelenggarakan program-program itu,” tuturnya.

Dalam tiga bulan ini sifatnya sosialisasi dan pembuatan pilot projek Kota Welas Asih. Nanti, sembilan bulan sisanya akan masuk multiplikasi dan penyebaran ke seluruh Jember. “Saya kira Jember sendiri sudah bergerak ke arah situ dengan cepat. Kami hanya memastikan dan menemani, mendampingi supaya terus diwarnai oleh perspektif untuk melahirkan warga negara yang penuh welas asih,” imbuhnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com