Ratusan Dosen Muda Polije Ikuti Lokakarya Peningkatan Vokasional

Home / Pendidikan / Ratusan Dosen Muda Polije Ikuti Lokakarya Peningkatan Vokasional
Ratusan Dosen Muda Polije Ikuti Lokakarya Peningkatan Vokasional Tingkatkan kemampuan vokasional, dosen muda Polije mengikuti Workshop Peningkatan Kemampuan Vokasional, mengingat mayoritas berasal dari lulusan PT Akademik. (Foto: Humas Polije for TIMES Indonesia)

TIMESJEMBER, JEMBER – Sebanyak 116 Dosen Muda Politeknik Negeri Jember (Polije) mengikuti Lokakarya Peningkatan Kemampuan Vokasional yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung Asih Asah Asuh selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (10 - 11/12/2019).

Kegiatan ini mempunyai makna penting dan strategis mengingat hampir semua dosen muda yang berstatus CPNS dan PPNPN ini merupakan lulusan Perguruan Tinggi (PT) akademik baik yang berasal dari lulusan universitas dan institut.

“Sebagai dosen muda Polije memahami karakteristik sistem pembelajaran vokasi sangat penting. Karena mereka mayoritas lulusan universitas atau institut," kata Ketua Panitia Kegiatan Nila Susanti.

Nila menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan bagian penting dari lanjutan program PEKERTI (Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional) yang telah diberikan kepada para dosen muda beberapa waktu silam.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Bidang Akademik Polije Surateno menyampaikan bahwa pendidikan tinggi vokasi menghasilkan SDM unggul yang sangat dibutuhkan oleh industri, khususnya di era Revolusi Industri 4.0 serta menyongsong bonus demografi pada 2045.

“Polije sebagai salah satu Politeknik unggul di Indonesia sangat relevan untuk menghasilakn SDM unggul di era Revolusi Industri 4.0," ujar Surateno.

Menurutnya, SDM yang kompeten akan dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran. Salah satunya harus diampu dan dibimbing oleh dosen yang kompeten juga.

"Lokakarya bagi dosen muda ini sangat strategis untuk proses mengenalkan serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan akan standar-standar vokasional yang tentunya sangat berbeda dengan pembelajaran dalam PT akademik," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa saat ini Polije telah mengembangkan Teaching Factory (TEFA) sebagai salah satu bentuk model pembelajaran vokasional atau terapan yang memiliki dua fungsi sekaligus, yakni pembelajaran dan produksi secara bisnis, dengan mengkombinasikan sains dan Teknologi Informasi (TI) secara paralel.

"TEFA sangat strategis untuk mengasah kompetensi yang linier dengan industri, karena Polije Polije mengembangkannya sesuai dengan standar industri," imbuhnya.

Selama dua hari, peserta lokakarya ini mendapatkan materi meliputi implementasi pembelajaran vokasional secara terpadu di Polije, penerapan TEFA untuk mendukung pembelajaran vokasi, perangkat ajar pembelajaran vokasional, peningkatan jenjang karir dosen, Link and Match dalam pembelajaran vokasi serta penelitian dan pengabdian terapan untuk mendukung penguatan vokasi bagi dosen.

Sebagai narasumber utama lokakarya di Polije tersebut adalah Dr.sc Zainal Nur Arifin, MT yang memaparkan materi Pendidikan Politeknik di Indonesia. Zainal Nur Arifin yang mewakili Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa mengupas sejarah, peran, dan kedudukan strategis keberadaan Politeknik di era berkembangnya industrialisasi yang membutuhkan SDM yang kompeten yang mampu mengisi kebutuhan SDM yang dibutuhkan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com