Social Distance Picu Rasa Kesepian, Apa yang Harus Dilakukan?

Home / Gaya Hidup / Social Distance Picu Rasa Kesepian, Apa yang Harus Dilakukan?
Social Distance Picu Rasa Kesepian, Apa yang Harus Dilakukan? Iluistrasi Cegah Penyebaran Virus Corona

TIMESJEMBER, MALANG – Social Distancing sudah hampir 2 minggu. Masyarakat melaksanakan salah satu pencegah penyebaran virus Corona itu. Virus yang biasa disebut dengan Covid-19 ini pun memang dikenal bandel.

Pasalnya sekali kena, menyebarnya pun juga cepat. Maka dari itulah pemerintah menghimbau agar melakukan social distancing. Tapi dibalik itu, ternyata kesehatan mental kita juga akan mengalami gangguan loh.

Pakar Kesehatan Mental Universitas Brawijaya (UB), Dr. Sumi Lestari, S.Psi., M.Si menjelaskan permasalahan ini. Ketika seseorang melakukan social distancing, memicu perubahan rasa bahagia manusia. Gaya hidup ini berpengaruh pada hormon oksitosin atau hormon bahagia.

Memang, manusia sebagai makhluk sosial selalu butuh bersosialisasi, berinteraksi, dan  berkumpul. Sehingga pembatasan interaksi ini membuat seseorang merasa kesepian, kehilangan dan perubahan mood.

"Keadaan ini berpengaruh pada hormon oksitosin atau hormon cinta yang berdampak pada tingkah laku, respons emosi juga terlihat dalam membangun ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas psikologi dan berperan mengatur ikatan sosial," kata Sumi.

Agar social distancing tak sampai menimbulkan stres, Sumi menyarankan agar manusia selalu memacu positif thinking. Ia menjelaskan ketika dalam diri seseorang bahagia, maka tubuh akan memproduksi interferon-protein.

Produksi hormon itu tak hanya membuat kesehatan mental membaik. Namun juga berfungsi melawan virus dan dapat membentuk imunitas.

"Untuk memunculkan rasa bahagia di tengah situasi seperti saat ini bisa dilakukan dengan bersyukur, kunci bahagia itu akan muncul pada diri ketika kita mampu bersyukur," katanya.

Rasa syukur yang ada di dalam diri manusia ditambahkannya, ternyata juga mampu meminimalisir emosi negatif seperti cemas, panik, khawatir, takut dan gelisah dan akan menggantinya dengan emosi positif yaitu tentram, nyaman dan damai.

"Ini bisa diwujudkan dengan melakukan aktivitas yang disenangi misal memasak, bermain dan quality time dengan keluarga serta tetap menjalin komunikasi aktif dengan saudara, teman dan orang disekitar melalui media virtual," tandasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com