Kementerian PUPR RI Tetap Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan pada 2020

Home / Berita / Kementerian PUPR RI Tetap Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan pada 2020
Kementerian PUPR RI Tetap Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan pada 2020 Ilustrasi Program Kementerian PUPR RI berupa Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESJEMBER, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Menteri PUPR RI) Basuki Hadimuljono menegaskan Kementerian PUPR RI tetap akan melanjutkan pembangunan infrastruktur kerakyatan pada tahun 2020.

Menurut Menteri Basuki, disamping melanjutkan pembangunan infrastruktur berskala besar seperti bendungan, irigasi, jembatan bentang panjang dan jalan tol, pembangunan infrastruktur kerakyatan juga tetap menjadi prioritas. 

Infrastruktur-PUPR-2.jpg

"Manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat seperti jembatan gantung, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, air minum dan sanitasi," katanya, Rabu (20/11/2019).

Adapun sejumlah program infrastruktur kerakyatan dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI); Pembangunan Jembatan Gantung; Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS); dan penyusunan Pedoman Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Infrastruktur-PUPR-3.jpg

Selain itu, program penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU); Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas); serta Program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS-3R).

“Program-program tersebut tesebar di seluruh Indonesia yang pelaksanaannya bersinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat melalui skema pembiayaan. Salah satunya adalah program P3TGAI yang pada tahun 2020 akan tersebar di 6.000 lokasi dengan total anggaran sebesar Rp 1,35 triliun melalui Ditjen Sumber Daya Air,” kata Menteri Basuki.

Infrastruktur-PUPR-4.jpg

Program PKT lainnya yang akan dilanjutkan Kementerian PUPR RI melalui Ditjen Bina Marga adalah pembangunan jembatan gantung penghubung antardesa yang terpisah sungai  guna mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antarwarga.

Pada tahun 2020, jembatan gantung baru yang diprogramkan untuk dibangun sebanyak sebanyak 148 unit tersebar di seluruh pelosok di tanah air dengan total anggaran sekitar Rp 527 miliar.

Infrastruktur-PUPR-5.jpg

Untuk di Bidang Cipta Karya, pada tahun 2020 Kementerian PUPR RI menganggarkan Program Infrastruktur Kerakyatan sebesar Rp 2 triliun yang terdiri dari program KOTAKU Rp 275 miliar dengan target 275 kelurahan; PISEW Rp 540 miliar dengan target 900 kecamatan; SANIMAS Rp 113 miliar dengan target 226 lokasi; PAMSIMAS Rp 699 miliar dengan target 2.967 desa; TPS3R Rp 86,4 miliar dengan target 144 lokas;, dan SPAM Perdesaan Padat Karya Rp 22 miliar dengan target 60 lokasi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com