GO Indonesia Doakan Wiranto Segera Pulih

Home / Berita / GO Indonesia Doakan Wiranto Segera Pulih
GO Indonesia Doakan Wiranto Segera Pulih Tigor Mulo Horas Sinaga. (Foto : Istimewa)

TIMESJEMBER, SURABAYA – Pasca insiden penikaman Menko Polhukam Jendral (Pur) Wiranto, Kamis (10/11/2019), jutaan komen empati dari warganet terhadap mantan Panglima ABRI itu  membanjiri media sosial. Tetapi di momen yang sama, ada juga komen negatif, termasuk menuduh aksi teror itu sebagai rekayasa.

Pengamat intelijen dari Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga, mengecam pihak-pihak yang berkomentar negatif terhadap Wiranto, bahkan menuduh insiden penusukan itu sebagai rekayasa.

"Orang-orang di medsos yang menuduh aksi biadab penikaman Jendral Wiranto sebagai rekayasa adalah sama biadabnya dengan pelaku teror,” kata Horas di Sheraton, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Horas menduga pihak-pihak yang menuduh aksi penusukan Wiranto sebagai rekayasa adalah orang-orang yang dikuasai iri hati, dan tidak suka Menko Polhukam tersebut mendapat empati dari masyarakat luas.

"Envy atau iri hati adalah keadaan emosi yang bisa menjangkiti setiap orang pada saat tertentu, tapi umumnya jarang diakui. Termasuk iri kepada Jendral Wiranto yang mendapat empati dan pemberitaan media secara luas," ujar Horas.

Pengamat intelijen yang juga mantan staf ahli DPR RI itu menyatakan bahwa iri adalah perasaan tidak senang yang timbul karena sesuatu hal yang dimiliki orang lain. "Perasaan iri biasanya terjadi karena merasa 'kehilangan atau kekurangan' jika melihat apa yang dimiliki orang lain. Nah itulah yang kita lihat sekarang pada diri orang-orang yang nyinyir terhadap Jendral Wiranto," kata Horas.

"Mereka yang iri itu tidak suka Jendral Wiranto mendapat empati dan dukungan doa dari rakyat Indonesia. Itu muncul dari hati yang busuk," tegasnya.

Pengamat yang juga Sekretaris Jendral (Sekjen) GO Indonesia itu mengatakan bahwa iri hati sulit diakui oleh orang yang memilikinya.

"Perasaan khawatir, bimbang, takut, dapat diakui dengan mudah, tapi jarang sekali ada orang mengakui kalau dirinya iri hati. Termasuk dalam dunia politik, iri hari bisa termanifestikan dengan merasa tidak suka kalau ada orang lain mendapat empati rakyat," terang Sekjen GO Indonesia.

"Silakan baca karya H. Schoeck, yang  menyatakan bahwa iri hati adalah hal yang sangat merusak, lebih daripada yang kita pernah bayangkan. Silakan baca tulisan-tulisan Karen Horney, atau W. G. Joffe, dan L. B. Flynn, supaya jelas tentang apa itu iri hati. Mari bersihkan hati kita dari envy atau iri," Horas mengimbau.

H. Schoeck sendiri merupakan seorang tokoh abad pertama yang menyejajarkan iri hati dengan penyembahan berhala dan pembunuhan. Di Timur Tengah juga ada seorang tokoh di abad-abad lampau yang mengatakan bahwa di mana ada iri hati di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 

“Nah, saya mengundang para tukang nyinyir untuk taubat, jangan iri hati, dan berilah empati kepada sesamamu manusia," ujar Horas.

GO Indonesia turut mendoakan Jendral Wiranto agar segera pulih dan dapat beraktivitas secara normal. ”Kami mendukung negara mengatasi lawan-lawannya, baik dari dalam maupun luar negeri," pungkas Horas.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com