Soal Proyek Avour Banjarsari, BCWT Somasi Dinas Pengairan Banyuwangi

Home / Berita / Soal Proyek Avour Banjarsari, BCWT Somasi Dinas Pengairan Banyuwangi
Soal Proyek Avour Banjarsari, BCWT Somasi Dinas Pengairan Banyuwangi Pelaksanaan proyek avour di timur SPBU Olehsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, dibawah Dinas PU Pengairan Banyuwangi. (FOTO: Syamsul Arifin/ TIMES Indonesia)

TIMESJEMBER, BANYUWANGI – LSM BCWT (Banyuwangi Coruption Watch untuk Transparansi), siap melayangkan surat Somasi ke Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Langkah tersebut diambil menyusul adanya dugaan indikasi pengkondisian proyek plengsengan avour, di timur SPBU Olehsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Ketua LSM BCWT, Samsudin menyebutkan pelaksanaan proyek yang lokasinya tepat di depan cafe Omah Kelor ini, dinilai janggal atau tidak wajar.

“Umumnya, proyek irigasi Dinas Pengairan itu dimulai dari hulu ke hilir, tapi ini dimulai dari hilir, padahal di hulu banyak kerusakan lubang menganga yang membahayakan, kan perlu dipertanyakan apa alasan dinas,” katanya, Kamis (13/6/2019).

Bentuk bangunan proyek senilai Rp 196.777.000, yang dikerjakan oleh CV Karya Sejahtera Bersama tersebut menurut Samsudin, juga tak lazim. Dibandingkan proyek avour lainnya, pembangunan rata-rata setinggi permukaan tanah. Tapi di sini, pembangunan yang dibiayai uang negara ini nampak lebih megah. Seolah yang sedang berjalan bukan proyek pemerintah, namun lebih mirip proses pembangunan bagian depan cafe Omah Kelor.

“Dugaan sementara ini proyek pesanan, dan jika itu benar, dipastikan ada penyalahgunaan jabatan dan indikasi korupsi,” ungkap Samsudin.

Kabid Bina Manfaat dan Kemitraan, Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Donny Arsilo Sofyan SE, menyampaikan bahwa penanggung jawab proyek avour di timur SPBU Olehsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, adalah Kabid Pembangunan, Catur.

“PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), Pak Catur, PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), Sari Nalurita, Pengawas, Adi Sutakat,” ucap Donny.

Namun sayang, Catur, selaku penanggung jawab proyek avour di depan cafe Omah Kelor, sekaligus Kabid Pembangunan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, enggan berkomentar. Pertanyaan wartawan hanya dibaca, tapi tidak diberi jawaban.

Sementara itu, atas fenomena ini, masyarakat berharap ada reaksi cepat dari aparat penegak hukum. Terlebih pelaksanaan proyek avour di timur SPBU Olehsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, ini memang terkesan berjalan tidak seperti pada umumnya. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin

Editor :

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com